6 Penyakit yang Bisa Disembuhkan saat Rutin Mengonsumsi Kunyit

Jakarta –

Kunyit merupakan bahan rempah-rempah yang populer di Indonesia. Umumnya kunyit digunakan sebagai pewarna alami pada masakan atau diolah dalam pengobatan tradisional.

Sebagai obat herbal, kunyit mengandung senyawa berkhasiat obat seperti kurkumin dan minyak atsiri yang dapat berperan sebagai antioksidan, antitumor, antikanker, antimikroba, dan antitoksik.

Menurut Healthline dan WebMD, banyak jenis penyakit yang bisa disembuhkan atau gejalanya berkurang jika seseorang rutin mengonsumsi kunyit. Penyakit apa sajakah tersebut 1. Demam

Konsumsi kunyit diketahui dapat mengurangi gejala yang sering timbul akibat demam, seperti bersin, pilek, hidung gatal, dan hidung tersumbat 2. Gangguan pencernaan (dispepsia)

Kunyit juga dapat memperbaiki gangguan pencernaan. Hal ini dikarenakan kandungan kurkumin pada kunyit dapat bekerja seperti obat bernama omeprazole.3. Gejala depresi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peradangan mungkin berhubungan dengan depresi. Artinya, senyawa anti inflamasi pada kunyit membuatnya baik digunakan sebagai pengobatan depresi.

Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 200 mg hingga 500 mg ekstrak kunyit selama 3 bulan memiliki gejala depresi yang lebih rendah. Mengurangi peradangan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan kurkumin pada kunyit dalam dosis tinggi dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengurangi peradangan. Namun manfaat tersebut hanya bisa didapatkan oleh orang yang mengonsumsi kunyit minimal 2 bulan, sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut.5. Pengobatan radang sendi

Mengonsumsi kunyit diketahui dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan kaku pada persendian. Hal ini karena kunyit memiliki senyawa anti inflamasi yang kuat. Menyeimbangkan kadar gula darah

Kandungan kurkumin pada kunyit dapat membantu mengatasi peradangan dan menjaga kestabilan kadar gula darah dalam tubuh. Sebuah penelitian yang melibatkan 240 penderita pradiabetes yang mengonsumsi suplemen kurkumin selama 9 bulan memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes. Saksikan video “BPJS pastikan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia” (dpy/kna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top